Kumpulan komentar pribadi

April 2020

Hallo gaes,

Kali ini aku mau sharing tutorial cara mengetahui kekuatan sinyal wifi di Windows 10 tanpa menggunakan software tambahan. Jadi murni bawaan dari Windows 10 tanpa ada software tambahan.

Langsung aja ke cara yang pertama pake command prompt.


  1. Tekan tombol Windows + R atau di kotak pencarian sebelah kanan Logo Windows ketik CMD lalu tekan enter.
  2. Ketik perintah berikut ini (copy paste juga bisa) :

    netsh wlan show interfaces

    lalu tekan enter
  3. Lalu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini :

Terlihat seperti gambar di atas kekuatan signal laptop saya adalah 94%. Cukup bagus dan lancar untuk browsing dan juga nonton youtube. Angka 80-100 boleh dibilang bagus. Untuk angka 70-79 agak lumayan untuk browsing ringan dan sosial media yang ringan. Kalau dibawah itu nampak nya perlu mendekat ke modem / router supaya dapat sinyal yang lebih baik agar koneksi internet lancar.

Cara yang kedua adalah dengan cara masuk ke network and sharing center, caranya sebagai berikut :

  1. Pada kotak pencarian sebelah kanan Logo Windows ketik control panel lalu tekan enter.
  2. Dibagian pojok kanan atas pilih view by : large icons lalu pilih Network and Sharing Center
  3. Akan terlihat kualitas sinyal di komputer / laptop. Kalau hijau berarti bagus, kuning artinya kurang bagus, dan kalau merah biasanya tidak terkoneksi dengan baik atau bahkan putus koneksi. Bisa dilihat seperti gambar dibawah ini :


Oke sekian dulu sharingnya, sampai jumpa dipostingan selanjutnya :)


Oke gaes ini artikel lanjutan dari postingan sebelumnya ya, kalian bisa buka di sini.

Bukan  bim salabim abra kadabra ya gaes, jadi setelah kalian menekan tombol run ada beberapa proses yang terjadi sampai muncul tulisan yang didalam garis merah seperti foto diatas.

Intellij IDEA meng-compile kode program yang kita tulis menjadi Java Virtual Machine Bytecode. Boleh dibilang dalam bahasa awamnya kode program yang kita tulis di cek dan diubah menjadi bahasa mesin.

Kalau didalamnya ditemukan kesalahan biasanya akan muncul notifikasi error dari Intellij IDEA. Karena kebetulan pada percobaan pertama saya di atas itu tidak ada yang error maka prosesnya Aplikasinya.kt dicompile sehingga menghasilkan AplikasinyaKt.class

Selanjutnya Intellij IDEA menghidupkan java virtual machine dan menjalankan AplikasinyaKt.class sehingga muncul Hello World Kotlin. 

Terkait kode program yang saya tulis di Aplikasinya.kt :
fun main(args : Array<String>){
    println("Hello World Kotlin!")
}
sedikit penjelasannya sbb :

fun -> ini bukan artinya gembira ya gaes he3 . . . ini singkatan dari function atau fungsi. (apa itu fungsi? penejelasannya nanti ya)

main -> ini juga bukan artinya bermain, tapi ini adalah nama dari function yang dibuat. Dalam sebuah program yang pertama kali akan dijalankan adalah function ini. Sifatnya wajib harus ada. Kalau kalian hapus function ini, niscaya program tidak akan jalan.

(args : Array<String>)  -> ini adalah parameter fungsi atau function's parameters yang berada diantara dua tanda kurung. Parameter ini diberikan sebuah Array dengan tipe data String.

Array itu sendiri boleh dibilang semacam tempat atau kotak gitu deh, kalau dibilang kontrainer takutnya ntar bikin bingung sama kontainer yang ada di server. Biasanya Array itu berisi satu tipe data. (apakah tipe data? Penjelasannya di postingan berikutnya ya gaes, semoga ga lupa he3)

Array yang dibuat tadi diberinama args.

Setelah itu kan kode yang kita tulis berada diatas dua kurung kurawal ya {}. Di dalamnya ada println.
Println -> adalah sebuah method (apa itu method? Penjelasannya nanti ya gaes :) )untuk menampilkan output dari program.

Berhubung yang mau ditampilkan itu tipe String, maka diberi dua tanda petik ganda  seperti ini "".

Kurang lebih seperti itu penjelasan dari sebuah program sederhana "Hello World Kotlin!"








Tampilan Halaman Download Intellij IDEA

Oke gaes, jadi langkah pertama untuk belajar Kotlin yang aku tempuh adalah download software untuk menulis kode program Kotlin. Sebenarnya dipostingan sebelumnya aku dah jelasin kalau aku coba-coba download dan install Android Studio dan juga Intellij IDEA.

Itu ibarat ketemu simpangan jalan dan harus memilih yang mana? Aku ga bisa pilih keduanya bareng karena memang secara basic bahasa pemrograman udah banyak lupa. Jadi yang pertama aku lakukan adalah belajar bahasa pemrogramannya dulu, baru setelah itu aku belajar develop Apps. 

Nah untuk pemula yang belajar bahasa pemrograman Kotlin, sebenernya Intellij IDEA versi gratis (versi community) itu udah lebih dari cukup. Software ini jauh lebih ramah mesin laptop daripada Android Studio yang menuntut spesifikasi yang tinggi menurutku.

Untuk download software Intellij IDEA kalian bisa ambil dari link berikut ini :Download Intellij IDEA

Untuk proses instalasi kayanya aku ga perlu jelaskan, bisa cari tutorialnya di youtube.

Beberapa fitur yang ada di Intellij IDEA adalah :

1. Code Editor
Kalau dibandinngkan dengan notepad / ms. word buat ngetik program tentunya perbedaannya sangat jauh karena beda peruntukannya. Code editor di Intellij IDEA bisa membantumu mengetik program lebih cepat dengan code complation. Jadi kaya ketik beberapa syntax lalu tekan tombol Tab dan code editor akan membantu menyelesaikan penulisan kode program selanjutnya.

Kode program yang kita tulis juga diberi warna warna yang berbeda untuk memudahkan kita dalam membaca program. Misalkan terjadi kesalahan atau error, software ini bisa memberikan saran perbaikan bahkan bisa mengoreksi secara otomatis. keren kan? Kalau pakai notepad atau ms. word mana bisa?

2. Build Tools
Jadi misalkan kita udah selesai nih nulis program, dan pengen lihat program ini dijalankan. Software ini membantu compile dan run sehingga dengan cepat kita bisa melihat program yang kita tulis bekerja.

3. Kotlin REPL
Ini fitur keren juga yang membantu kita untuk coba-coba menulis bahasa pemrograman diluar halaman kode pemrogaman utama kita. Misalkan kita lagi buat program untuk bikin aplikasi hitung usia. Nah untuk logika hitung usianya bisa kita uji cobakan dulu di REPL sebelum kita masukkan ke halaman utama tempat kita meletakkan kode program hitung usia tadi. Keren kan?

Tampilan Awal Intellij IDEA
Tampilan awal Intellij IDEA yang berhasil di install kurang lebih seperti gambar diatas. Kebetulan saat saya menulis artikel ini saya pakai versi 2020.1. Mungkin pada saat kalian baca artikelku ini tampilannya bisa agak berbeda ya harap maklum ya gaes.

Langkah selanjutnya adalah

1. Create new Project

Pilih menu dengan logo + Create New Project di halaman awal tadi.

New Project Itellij IDEA

2. Pilih Project

Nah kalau dilihat gambar di atas keliatan bahwa sebenernya ada banyak pilihan project yang bisa dibuat. Sekarang kita fokus dulu ke Kotlin jadi di daftar menu sebelah kiri pilih Kotlin dan di menu sebelah kanan pilih JVM | IDEA. Setelah itu tekan tombol Next.

Apa itu JVM?

Kalau nyomot dari Wikipedia JVM adalah :
JVM merupakan perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus agar terlepas dari ketergantungan atas perangkat keras serta sistem operasi tertentu. JVM menyediakan lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi berbasis java serta mengotomatisasikan fitur-fitur seperti penanganan kesalahan. JVM umumnya didistribusikan bersama dengan seperangkat pustaka dasar yang mengimplementasikan antarmuka pemrograman aplikasi java, Application Programming Interface' (API) yang dinamai sebagai Java Runtime Environment (JRE).
Program yang dieksekusi oleh JVM merupakan program berbasis bytecode yang umumnya ditulis dan dikompilasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, tetapi saat ini bisa juga berasal dari bahasa pemrograman lain seperti: Jython (Python), Groovy, JRuby (Ruby).
Mesin virtual java standarnya dibuat oleh Oracle, tetapi mesin-mesin virtual java lainnya yang menggunakan merek dagang "JAVA" boleh dibuat oleh perusahaan lain sejauh produk-produk tersebut tunduk pada spesifikasi yang ditetapkan serta kesepakatan atas kontrak obligasi antara perusahaan pembuat dengan Oracle.
3. Ubah nama project

- Ubah nama project menjadi HelloWorld pada textbox Project Name.
- Tekan tombol finish.
Tampilan awal project hello world Kotlin
Pada bagian kiri ada tab tulisan vertial 1. Project, disitulah terdapat file explorer project kita. Nah sementara memang masih kosong, untuk itu perlu kita tambahkan sebuah file Kotlin untuk kita tulis program Hello World!

4. Buka Folder HelloWorld


Tambahkan file Kotlin

Klik pada icon segitiga disebelah HelloWorld, kemudian klik kanan pada folder src -> New -> Kotlin File/Class.
Beri nama File Kotlin

Misalkan kita beri nama Aplikasinya lalu tekan enter. Maka akan muncul file di dalam folder src bertuliskan Aplikasinya.kt.

5. Masukkan kode programnya

Tuliskan kode program berikut dalam file Aplikasinya.kt :
fun main(args : Array<String>){
    println("Hello World Kotlin!")
}
Kode Hello World
6. Jalankan programnya


Jalankan Aplikasinya


Jalan program Aplikasinya dengan menekan tombol segitiga disebelah fun, pilih Run 'Aplikasinya.kt'. Jika muncul window baru pilih Aplikasinya.kt. Maka hasilnya seperti gambar di bawah ini, bukti kamu berhasil membuat Hello World dengan bahasa pemrograman Kotlin. Selamat! :)

Hello World Kotlin









Dulu aku pernah kuliah di jurusan Sistem Informasi. Cuman kurang mendalami pemrograman karena asik cari duit diluar pemrograman. Mulai serius belajar pemrograman itu setelah dapat beasiswa dan menjelang akhir masa kuliah (kerja praktek dan cari judul skripsi.

Sebenernya udah lama ngeliat potensi bisnis berbasis mobile itu bakalan booming. Pada saat itu ada blackberry masih merajai smartphone, windows phone masih eksis, android dan iphone juga udah ada. Tapi pada akhirnya aku bikin aplikasi desktop pakai visual studio 2010 dengan bahasa pemrograman Visual Basic .net. Karena menurutku lumayan mudah, ada dosen yang aktif di microsoft bahkan jadi MVP juga. Trus IDE Visual Studio 2010 tuh bener-bener oke banget bagiku. 

Aku pernah coba-coba belajar bikin aplikasi mobile, ternyata butuh memory ram yang gedhe. PC ku dulu kalau ga salah cuman 2 Giga DD2 dan itu ga cukup! Udah install android studio, eeee mau bikin hello world aja ga bisa.

Trus pas ada rezeki bisa beli laptop dengan ram 4 Giga DDR 3 kalau ga salah itu udah mulai bisa bikin hello world tapi lemotnya minta ampun. Karena bad experience itu membuatku jadi mundur belajar untuk bikin aplikasi mobile.

Setelah kerja 7 tahun diluar IT akhirnya aku bisa beli Lenovo Yoga C640 yang punya ram 8 Giga DDR4. Nah dengan laptop ini ternyata cuman pas-pasan aja buat bikin hello world pakai Android Studio. Mungkin biar agak lega harusnya cari laptop yang ramnya 16 GB kali ya?

Trus aku mikir lagi, kalau maksa banget belajar bikin mobile apps tapi kondisinya kaya gini ya ga bakalan jago. Apalagi udah 7 tahun meninggalkan dunia IT dan fokus ke sales. Aku coba cari alternatif buat back to basic belajar bahasa pemrograman kotlin dari 0 pake software IntelliJ Idea.

Ternyata IDE ini sangat ringan dan bisa bikin hello world dengan cepat.


Jadi sharing pertama dari belajar kotlin yang pertama adalah pake Intellij Idea aja dulu, sementara lupakan android studio yang berat itu. Yang penting paham dulu basicnya, sambil ngumpulin rejeki buat beli PC atau laptop yang RAM nya gedhe buat mainan Android Studio heheeee.



Udah lama ga berkunjung ke DailySocial, aku seneng liat channelnya di youtube yang ngeliput kantor-kantor startUp dan perusahaan IT kaya Nodeflux, RedDoorz, sampai kantor Google Indonesia. Dari situ aku lumayan dapat gambaran kaya apa sih rasanya kerja di perusahaan startUp.

Dari situ juga aku jadi merenung tentang diriku yang sekarang dan juga perkerjaanku. Kalau mau dibandingkan dengan bekerja di perusahaan startUp, untuk tempat kerja tentu jauh lebih nyaman kerja di perusahaan startUp. Dengan usiaku yang sudah diatas 30 tahun, aku perlu berpikir berkali kali untuk pindah ke perusahaan startUp.

Kenapa aku kepikiran kerja diperusahaan startUp?

Sebenernya awalnya karena ada penawaran dari head hunter via linkedIn untuk sebuah posisi di perusahaan startUp asing. Secara gaji dia berani menawarkan lebih gedhe dari gajiku bulanan sekarang. Hanya secara take home pay per tahunnya kayanya kalau dihitung-hitung ya kurang lebih aja. Itu aja sih . . .

Nah pas liat video dari DailySocial aku pikir kog pegawai startUp muda-muda banget ya. Trus kerjaan mereka kayanya bener-bener padat karya banget. Aku jadi kepikiran, makin lama kan aku makin tua. Andaikan aku pindah ke perusahaan startUp kira-kira 10 - 15 tahun lagi bakal nempatin posisi apa ya?

Trus kalau udah senior banget, apakah aku masih bisa ngikutin perkembangan teknologi yang begitu cepat? Kalau aku ga bisa ngikutin, gimana ya nasibku kelak?

Renungan lain terkait kerja diperusahaan startUp adalah kondisi ekonomi dunia yang VUCA Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas) apalagi di tengah pandemi Covid19 ini. Kayanya rawan banget kena PHK atau dirumahkan atau dipotong gaji. Sementara kebutuhan hidup tuh ga semakin ringan, apalagi sudah berrumah tangga.

Setelah diskusi dengan istri dan minta nasehat teman-teman akhirnya aku putuskan untuk tetap stay diperusahaan yang sekarang. Memang secara pengembangan skill ga bisa seperti startUp. 

Perusahaan tempat aku kerja sekarang pegawainya puluhan ribu. Beda dengan startUp yang jumlahnya belum sampai puluhan ribu, jauh lebih diperhatikan pengembangan diri dan skill nya.

Kelebihan kerja di perusahaan startUp adalah mayoritas penempatan di kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung, Jogja atau Surabaya. 

Kalau diperusahaanku kerja ini penempatan seluruh Indonesia, bahkan dalam 3 tahun sekali bisa pindah2 kota. Repot juga kalau anak sudah sekolah kalau pindah pindah kota. Selain itu untuk balik ke daerah asal luar biasa sulitnya. Aku pernah lulus tes untuk pindah ke Jakarta saja masih tidak bisa keluar dari kota penempatanku sekarang.

Jalan Tengah

Aku pikir jalan terbaik adalah dengan belajar mandiri tentang IT yang sudah lama aku tinggalkan. Mulai lihat tutorial seperti di Sekolah Koding (gratis), Pluralsight (gratis selama April 2020), youtube dan juga podcast seperti ceritanya developer dan kode nol. Bener bener ngebuka kembali wawasan pengetahuan seputar IT yang udah lama banget aku tinggalkan sejak lulus kuliah.

Nah rencananya progress aku belajar kembali tentang IT bakal aku tulis di blog ini. Semangatnya adalah untuk dokumentasi pribadi buat dijadiin milestone ku belajar. Siapa tahu ada yang baca dan dapat masukan atau yang baca dapat penegetahuan kayanya bakal bermanfaat.

Oke deh, sesi curhat kali ini aku sudahi dulu. Next kalau ada hal-hal yang pengen aku komentarin bakalan aku post di blog ini.

Trims - JPamZ




Hallo apa kabar para pembaca blog ku.

Udah lama banget aku ga update ini blog, padahal setiap tahun aku bayar sekian dollar buat domain komentarku.com.

Belakangan ini aku mulai kepikiran untuk mengaktifkan kembali blog pribadi ini, hanya saja untuk konten aku masih ragu mau di isi apa.

Karena sehari hari aku sekarang bekerja sebagai dibagian sales yang berkaitan dengan ekspor impor dan perdagangan disebuah bank.

Pada saat wabah Covid19 atau Corona ini mulai masuk di Indonesia aku jadi kepikiran pengen kembali mendalami IT.

Supaya aku bisa kerja dari mana saja. Kalau masih menjadi trade sales tentu aku tetap harus bertemu nasabah dan itu sangat berbahaya bukan ditengah wabah seperti sekarang ini.

Ide awalnya mungkin aku bakal sharing tentang ilmu apa yang aku dapat dari belajar ulang tentang teknologi informasi.

Mudah mudahan bisa konsisten nge blog.

Salam literasi :)

Daftar Harga Smartphone Realme 18 Mei 2020 di Indonesia

Logo Realme Hallo gaes, berikut harga smartphone realme per 18 Mei 2020 ya : - Realme C2 (2/32GB) = 1.599.000 - Realme C2 (3/32GB) =...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget