Kumpulan komentar pribadi

August 2017

Snap cofounders Bobby Murphy (kiri) and Evan Spiegel (kanan)

Komentarku.com - Dilansir dari businessinsider saham Snap Inc. perusahaan pemilik sosial media Snapchat tercatat mengalami penurunan pada 10 Agustus kemarin. Hal ini disebabkan oleh gagalnya Snapchat memenuhi target Daily Active User (DAU) sebesar 175,2 juta pengguna. Berdasarkan berita yang beredar di dunia maya, daily active user (DAU) snapchat per 10 Agustus 2017 berhasil naik  menjadi 173 dari bulan Juni 143 juta.

Nampaknya memang bersaing dengan Facebook di bisnis sosial media tidaklah mudah. Snapchat bersaing sangat ketat dan sejauh ini belum membuahkan hasil yang memuaskan. Karena hasil yang kurang memuaskan dan tidak mencapai target tersebut harga saham snapchat dikabarkan terkoreksi 6%.

Jika melihat kinerja provitabilitasnya, revenue per usernya sudah naik. Awal tahun revenue per user hanya 0.5 dollar, kini sudah mencapai 1.05 dollar. Namun lagi-lagi ini dibawah target yang diharapkan oleh para analist yang mengharapkan revenue per user sebesar 1.07 dollar.

Pengguna aktif snapchat umumnya berusia dibawah 30. Perusahaan yang go public di wall street bulan Maret ini dikritisi oleh para investor atas kinerjanya yang kurang memuaskan. Melambatnya pertumbuhan pengguna aktif dan persaingan yang berat melawan Intagram nampaknya jadi penyebab utama mengapa para investor kurang puas dengan pencapaian snapchat.

Instagram stories adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk memposting foto dan video yang akan otomatis terhapus dalam 24 jam. Sebenarnya fitur ini adalah replikasi dari snapchat, namun herannya sekarang justru jauh lebih populer daripada snapchat itu sendiri.

Posisi 2 Agustus 2017 jumlah pengguna aktif Instagram Stories sebanyak 250 juta pengguna. Hasil ini naik dari 200 juta pengguna pada bulan April 2017. Kurang lebih sudah satu tahun Instagram Stories beroperasi sudah berhasil membuat prestasi yang lebih memuaskan dari snapchat.

Pada saat IPO saham snapchat adalah 17 dollar, posisi 10 Agustus 2017 turun menjadi 12.93 dollar.

Photograph: Brendan McDermid/Reuters/File photo
Komentarku.com - Worldpay sebuah perusahaan pembayaran asal Inggris dikabarkan telah dibeli oleh Vantiv sebesar 10 milyar Dollar. Vantiv sendiri adalah sebuah perusahaan pemroses kartu kredit asal Amerika Serikat yang menjadi rival Worldpay dalam industri. Kabarnya pembelian ini adalah rekor tersebesar pembelian dalam industri ini. Dengan dilakukannya pembelian ini maka terciptalah Global Payments Powerhouse senilai 29 milyar Dollar.

Setelah pembelian ini nampaknya tidak ada perubahan nama pada Worldpay termasuk dalam kantor pusat operationalnya di kota London. Sungguh ini strategi yang bagus dalam pembelian sebuah perusahaan, sebab Worldpay sendiri sudah memiliki brand image yang kuat.

Sebenarnya ada perusahaan lain yang berminat yang meminang Worldpay, perusahaan tersebut adalah bank J.P Morgan yang berhasil mempengaruhi perjanjian tersebut hingga harga penjualan tersebut melambung tinggi.

Pembelian ini adalah sebuah pertanda bahwa industri keuangan digital sedang naik daun. Masyarakat diseluruh dunia sedang bergeser dan sistem pembayaran lama yang menggunakan cek dan uang cash menjadi pembayaran digital.

Worldpay sendiri adalah perusahaan yang didirikan oleh seorang pengusaha bernama Nick Ogden pada tahun 1990. Sempat beralih kepemilikan kepada Royal Bank of Scotland tapi kemudian dijual oleh krediturnya sebesar 2 milyar dollar karena adanya krises keuangan di uni eropa.

Pembelian perusahaan asal Inggris ini adalah yang tersebesar setelah pembelian yang dilakukan oleh China Investment Corporation's yang membeli Logicor perusahaan pergudangan yang berbasis di London sebesar 13 milyar Dollar. Hal tersebut berdampak pada harga saham Worldpay (WPG.L) pada penutupan kemarin Rabu 9 Agustus 2017 naik sebesar 1.28 persen.

Kombinasi dari kedua perusahaan tersebut dikabarkan akan mengelola pembayaran sebesar 1,5 Triliun Dollar, melalui 40 milyar transaksi yang terjadi pada 300 metode pembayaran di 146 negara dan melibatkan 126 mata uang. Dari hal tersebut diperkirakan akan menghasilkan keuntungan sebesar 3,2 milyar Dollar. Sebuah angka yang fantastis untuk industri keuangan yang kini sedang mengalami tantangan resesi ekonomi global.



Xiaomi Band


Komentarku.com - Anda penggemar berat produk-produk buatan Xiaomi? Ada kabar gembira buat anda. Dilansir dari situs-situs china dan amerika Xiaomi tahun 2017 telah menjadi vendor wearable tersebesar di dunia. Ini adalah prestasi yang pertama kali diraih oleh Xiaomi, sebuah pencapaian luar biasa sehingga bisa mengalahkan Apple inc. yang lebih dahulu menjadi Raja wearable devices.

Berapa angka yang dibutuhkan Xiaomi untuk mengalahkan Apple pada Quarter kedua 2017 ini? Tidak kurang dari 3,7 Juta perangkat telah dikirimkan oleh perusahaan yang berbasis di Beijing - China untuk dijual keseluruh dunia. Angka ini ternyata naik 23% jika dibandingkan dengan prestasi Xiaomi ditahun 2016.

Market Share Wearable Divice Q2 2017


Berdasarkan data Strategy Analitics, Xiaomi menguasai 17% market share global. Lalu berapakah perolehan Apple? Ternyata Apple hanya mendapatkan 13% market share global dalam hal wearable device. Bahkan peringkat Apple turun dua peringkat dari Q1 tahun 2017 menjadi peringkat tiga.

Kunci sukses Xiaomi mengalahkan Apple adalah produk Mi Band fitness trackers yang ternyata sangat populer di China. Keunggulan utama Mi Band fitness trackers ini adalah harga yang kompetitif namun sanggup memberikan fitur-fitur canggih. Beberapa fitur canggih tersebut diantaranya :

1. Heart-rate monitors
2. Step-counters
3. Calendar alerts

Penjualan Fitbit 


Untuk yang menjadi juara kedua dalam hal market share wearable device adalah Fitbit yang berhasil mengapalkan 3,4 juta perangkat ke seluruh dunia. Prestasi kurang menggembirakan telah ditorehkan perusahaan ini untuk tahun 2017. Dibandingkan tahun lalu telah terjadi penurunan tajam di tahun ini sebesar 40% karena tahun Q2 tahun 2016 Fitbit telah mengapalkan 5,7 juta perangkat ke seluruh dunia. Pendapat Fitbit juga menurun drastis dari sebelumnya 578 juta Dollar kini hanya menjadi 353 juta Dollar.


Nampaknya perusahaan ini terjebak dalam klasifikasi segmen yang ingin disasarnya. Apakah ingin melawan perangkat low-end fitnes band yang dijual oleh Xiaomi atau ingin melawan  high-end smart watches yang dijual oleh Apple. Hal itulah yang menyebabkan Fitbis tidak berhasil menjadi juara 1.



Nasib Apple sebenarnya tidak terlalu buruk, karena berdasarkan data penjualan Apple telah terjadi peningkatakan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Q2 tahun 2017 Apple telah berhasil mengapalkan 2,8 juta perangkat, atau naik 56% dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar 1,8 juta perangkat. Kekalahan Apple kemungkinan disebabkan oleh kurangnya produk-produk Apple untuk mensuplai Fitness Band dalam jumlah yang besar.

Menghadapi hal tersebut Apple tidak tinggal diam. Sejumlah langkah telah disiapkan diantaranya membuat  Watch Series 3 yang lebih baik. Rumor yang beredar Watch Series 3 buatan Apple akan ditingkatkan fungsi tracking kesehatan. Memang trend wearable device yang support untuk olah raga dan kesehatan kini lebih diminati jika dibandingkan dengan wearable yang canggih yang fashionable semata. Akankah Apple kembali tampil menjadi juara atau semakin tenggelam kebawah tahun ini? Kita tunggu saja hasilnya.

Dragon Ball Z - Anime

Komentarku.com - Sony Pictures nampaknya begitu berambisi dalam bisnis streaming animasi dengan aksi pembelian saham Funimation secara besar-besaran. Kabarnya perusahaan tersebut merogoh kocek sebesar 150 juta Dollar  untuk mendapatkan 95% saham Funimation.

Funimation adalah perusahaan distributor anime terkenal Dragon Ball Z yang dipimpin oleh CEO bernama Gen Fukunaga. Beliau mengatakan bahwa pembelian ini tidak merubah posisinya sebagai CEO dan pemegang saham minoritas di Funimation.

Sony Pictures sendiri sebenarnya sudah memiliki bisnis animasi yang cukup baik dalam Global ANIMAX  Network . Namun tampaknya hal itu dirasa masih kurang untuk semakin menguatkan bisnis Sony Pictures dalam segmen ini. Maka dari itu Sony Pictures berusaha menggabungkan Japan-based Kids Station dan Funimation.

One Piece - Anime


"Diseluruh dunia, jaringan Sony sudah menjadi pemain utama dalam bisnis animasi selama dua dekade, dan dalam tahun-tahun belakangan ini kami semakin meningkatan jaringan kami melampaui batas atas dan penawaran digital kepada konsumen" ujar Andy Kaplan, president of worldwide networks dari Sony Pictures Television.

Sony Corp sendiri dikabarkan mengalami kenaikan laba sebesar bersih sebesar  743 juta Dollar. Laba tersebut dihasilkan dari bisnisnya yang sukses dipasaran seperti Spider-Man : Homecoming yang memberikan sumbangsih sebesar 634 Juta Dollar.

- JPamZ -

Belajar "Millennial Marketing" dari Jokowi

foto.kompas.com Berdasarkan data Balai Pusat Statistik jumlah penduduk Indonesia tahun 2017 adalah 261,89 juta jiwa. Sebanyak 85 ju...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget